Arena Games Prince of Persia, Permainan yang Tidak Pernah Mati

Arena Games Prince of Persia, Permainan yang Tidak Pernah Mati

Siapa yang tidak pernah dengar Prince of Persia? Hampir semua orang pasti pernah mendengarnya. Bermula dari video games ciptaan Jordan Mechner, lisensi Prince of Persia banyak dibeli dan dibuat adaptasi mulai dari film, serial, bahkan novel. Game Prince of Persia memiliki timeline cerita tentang ingkarnasi pangeran di daerah Iran. Tema permainan ini adalah action-adventure. Sejak pertama kali dirilis, Prince of Persia diproduksi oleh beberapa perusahaan yang berbeda. Perusahaan pertama yang memproduksi Prince of Persia adalah Broderbund dengan judul seri pertama Prince of Persia. Setelah itu disusul dengan seri lanjutannya yaitu Prince of Persia 2: The Shadow and The Flames. Selanjutnya Prince of Persia mengalami perkembangan grafik dengan menggunakan teknologi 3D. Versi 3D pertama Prince of Persia diproduksi oleh Red Orb Entertaiment. Game ini bisa dimainkan di PC. Antusias masyarakat terhadapt Prince of Persia kian meningkat. Perusahaan game ternama Prancis bernama Ubisoft mulai meliriknya dan mulai merilis seri Prince of Persia pada tahun 2003 dengan judul Prince of Persia: The Sands of Time. Meski lisensi game dibeli oleh banyak perusahaan, namun arena games tetap sama yaitu berlatar di kerajaan Iran. Karena latarnya di Iran, tentu saja sebagian besar lokasi berupa padang pasir, kerajaan islam, dan bangunan yang mayoritas berbentuk kubah. Berikut ini beberapa perkembangan game Prince of Persia dari perusahaan yang berbeda-beda.

Prince of Persia Arena Games Berlatar Kerajaan Iran

Arena Games Prince of Persia, Permainan yang Tidak Pernah Mati

Plot cerita dari game Prince of Persia, atau sering disingkat POP adalah seorang putra mahkota kerajaan di Iran. Putra mahkota tersebut mengelana mengunjungi berbagai negeri. Naasnya, ketika dia bermaksud pulang ke negerinya, dia harus melihat negerinya sendiri hancur di depan matanya. Putra mahkota yang sedang berlayar itu melihat negerinya diserang oleh Jaffar sampai hancur lebur. Tidak hanya itu, Jaffar juga menghancurkan kapal yang dinaiki oleh putra mahkota. Untuhnya, putra mahkota berhasil selamat. Ketika hendak menyelamatkan sang putri, dia melihat Jaffar dengan kekuatan gaib membawa paksa sang putri. Putra mahkota kerajaan Iran harus bisa merebut kembali kerajaannya dari Jaffar dan menyelamatkan sang putri. Plot cerita dari game Prince of Persia sebagian besar hampir sama. Arena games juga dibuat seperti kerajaan Iran dengan rumbai, padang pasir, dan atap berbentuk kubah.

Adaptasi Game Prince of Persia

Arena Games

Ubisoft adalah perusahaan game besar asal prancis. Perusahaan ini membeli lisensi games prince of persia dan memproduksi versinya sendiri. Pada tahun 2013, ubisoft mengeluarkan adaptasi prince of persia dengan plot yang sedikit berbeda. Perbedaan cerita tersebut terletak pada sang pangeran yang tidak menyadari bahwa dirinya adalah pangeran. Pangeran tersebut menganggap dirinya orang biasa yang menolong wanita cantik misterius bernama Erika. Bersama mereka berdua berusaha mengalahkan kekuatan jahat yang menguasai negeri. Dibantu oleh Erika yang memiliki kekuatan magis, sang pangeran berhasil bertemu dengan penguasa kegelapan. Sayangnya, di akhir cerita jika hendak mengalahkan penguasa kegelapan, nyawa harus dibayar dengan nyawa. Nyawa yang dimaksud adalah nyawa Erika. Sang pangeran tidak terima akan hal itu sehingga dia menghidupkan kembali Erika. Dengan kembalinya Erika, penguasa kegelapanpun ikut kembali. Di akhir cerita, tampak pangeran yang pergi menggendong Erika untuk mencari tempat persembunyian diikuti oleh langit yang menggelap. Meski memiliki cerita yang lumayan berbeda, game ini tetap banyak diminati. Judul dari seri terbaru yang dikeluarkan Ubisoft bernama Prince of Persia: The Redemption. Selain adaptasi oleh Ubisoft, Prince of Persia juga diadaptasi ke dalam film dan novel.

  • Adaptasi Film

Adaptasi film Prince of Persia dibeli oleh Walt Disney. Semua orang pasti tahu perusahaan pembuat film terbesar ini. Walt Disney mengangkat naskah Prince of Persia: The Sands of Time. Film ini mengisahkan petualangan pangeran persia yang berusaha menyelamatkan negerinya dari kekacauan. Kekuatan misterius yang dimiliki oleh pasir waktu mampu mengembalikan waktu yang telah berlalu. Film ini mendapat tanggapan bagus dari kritikus dan masuk beberapa nominasi film terbaik.

  • Adaptasi Novel

Tidak hanya diadaptasi menjadi film, prince of persia juga diadaptasi menjadi grafik novel. Adaptasi novel ditulis obel A.B Sina dan ilustratornya yang bernama Alex Puivilland. Novel tersebut menceritakan tentang dua pangeran pada abad ke sembilan dan ke tiga belas. Uniknya, cerita dalam novel sama sekali berbeda dengan game maupun film. Novel ini diterbitkan pada tahun 2008 oleh First Second Books.

Sejak pertama kali dirilis Prince of Persia sudah menyita perhatian banyak orang. Ide cemerlang dan permainan yang tidak membosankan membuat game ini selalu laku di pasaran. Meski arena games cenderung sama antara satu dengan yang lain, ternyata hal tersebut tidak membuat bosan pemain. Anda bisa mencari games lain di Judi slot online yaitu domain terlengkap untuk para pecinta game sejati.

Drama